Sabtu, 01 September 2012

Tuhan selalu mempunyai alasan


Tuhan selalu mempunyai alasan untuk menciptakan segala sesuatu, 

Tuhan menciptakan hidung agar kita dapat menikmati harum yang dikeluarkan
bunga disetiap taman.

Tuhan menciptakan mata agar kita dapat melihat segala keindahan lukisan 
termegahNya. 

Tuhan menciptakan telinga agar kita dapat mendengar segala alunan lembut 
yang mendamaikan.

Tuhan juga mempunyai alasan untuk mempertemukan kita, memisahkan kita
atau hingga mempertemukan kita lagi.

Menuliskan setiap skenario dan menyusunnya secara rapi segala cerita yang 
akan mendewasakan. 

Kitalah pemilik kehidupan, kita bebas memilih arah mana yang akan kita ambil.
Jika kita melakukan kesalahan, Tuhan selalu siap memberikan hukuman yang 
nantinya akan membuat kita mengerti pahit dan manisnya. Karena setiap rasa 
yang Tuhan ciptakan akan selalu indah.

Aku selalu bersyukur dan tidak pernah sedikitpun menyesal atas cerita yang 
telah Tuhan berikan untukku. karena Tuhan selalu mempunyai alasan atas segala sesuatu yang dikehendakiNya.

Jumat, 31 Agustus 2012

....


Tuhan, apakah hujan akan selalu turun jika mendung sudah menghampiri? 
Apakah cahaya akan selalu menerangi ketika gelap enggan pergi? 
Aku mencium kemarau, lekat, hangat dan pasti
Seperti menyentuh tiap rongga yang kau ciptakan ini
Menerobos seluruh lekuk tanpa terkecuali

Sorot mata itu seperti melukis pelangi dalam kanvas
Segala keindahan yang tak bisa kujangkau
Melilit sedikit demi sedikit, lalu mengunci rapat.
Hingga aku tercekik, tapi enggan mengaduh

Banyak kalimat tak pantas yang belum tersampaikan
Ungkapan dari seonggok manusia tanpa mata
Tuhan, aku tahu itu tak pantas, dan..
Beri aku alasan mengapa aku harus menghapusnya?

Kakek Penimbang

Hari ini adalah hari dimana aku resmi menjadi seorang mahasiswa dan mulai hidup sedikit bebas dengan melepas seragam yang 12 tahun aku pakai. Aku pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta untuk membeli beberapa perlengkapan untuk keperluan sebagai mahasiswa. 

Hari rabu siang memang hari yang tepat untuk menikmati jakarta, dimana orang-orang sibuk dengan
pekerjaannya sehingga jalanan tidak terlalu ramai. Aku  berjalan menuju terminal dengan membawa
beberapa bungkus belanjaan sambil memikirkan banyak hal.

Tiba-tiba ada titik yang menarik perhatianku, aku melihat hal yang tidak biasa. 
Seorang kakek duduk di pinggir jalan, bajunya lusuh, giginya kuning, memakai topi yang mungkin dulu 
berwarna putih dan saat ini aku melihat warnanya kecoklatan. Di depannya ada sebuah benda yang tidak 
asing bagiku, ternyata benda itu adalah timbangan berat badan. Aku berjalan beberapa langkah
melewati kakek dan memperhatikan apa yang akan dia lakukan dengan timbangan itu.

Beberapa kali dia menawarkan timbangannya kepada orang-orang yang melewatinya, ternyata dia memberi
 jasa menimbang berat  badan. Aku tak habis pikir, bagaimana mungkin ada orang yang memikirkan berat 
badannya di pusat perbelanjaan seperti ini?
Aku berbalik arah berjalan menuju kakek itu, aku berkata akan menimbang berat badanku yang sepertinya
bertambah lagi. Beliau tersenyum, kulit keriputnya seperti bernyanyi mengucap syukur. Entah apakah 
timbangan itu masih layak pakai atau tidak, karena ternyata berat badanku 2kg lebih sedikit dibandingkan 
terakhir aku menimbang. Ketika aku akan membayar..

“terserah neng saja”

Kalimat itu terlontar darinya, aku bingung harus membayar berapa untuk jasa sebuah timbangan berat 
badan yang rusak? 
Aku mengeluarkan beberapa lembar rupiah dan meninggalkan kakek itu, beberapa langkah kemudian aku 
berbalik arah dan memberinya beberapa lembar lagi. Kakek itu tersenyum dan mengucapkan terimakasih
 padaku. Tatapan bahagia yang tulus aku rasakan dan sungguh, aku pun bahagia melihatnya. 
Dari sekian banyak pengemis kaya di jakarta ternyata ada seorang kakek yang tidak meminta. 
Mungkin itu adalah benda satu-satunya yang ia punya, mungkin tubuhnya tak kuat lagi bekerja, mungkin 
karena perutnya yang lapar.  Apapun alasannya, segala pujian indah untuk kakek pejuang ini aku berikan dan
 aku akan selalu mengingat pelajaran yang bisa aku ambil dari beliau.

apapun yang terjadi pada diri ku, hidupku adalah tanggungjawabku. 
Tidak ada seorangpun  yang bisa menolong, jangan meminta tapi berusahalah agar tetap hidup.”

Sabtu, 23 Juni 2012

Beruang Pita Merah Jambu

          
     Lelaki paruh baya dengan sebatang rokok di tangannya duduk di pinggiran toko dengan tatapan kosong. Bajunya lusuh, keringat bercucuran, dahi berkerut, dan pikirannya yang kacau.

Dilihatnya ibu muda menuntun anaknya membawa boneka beruang dengan pita merah jambu, manis sekali seperti boneka yang diingankan Rere. Tiba-tiba ia ingat akan sosok  gadis kecil yang sering menciumnya di pagi hari, hangat. 

 Seperti mencium air di tengah hutan, lelaki itu dengan semangat berlari. Ia telah menemukan sesuatu yang sejak dua hari ia butuhkan. Pikirannya tertuju pada sebuah warung usang milik haji ahong yang sejak kecil sering ia datangi, Haji ahong masih kerabat dekat dengannya. Sebelum sampai di tempat tujuan, terlihat tiga laki-laki bertubuh besar berjalan di depannya. Masing-masing dari mereka membawa senjata api, tanpa pikir panjang salah satu dari mereka menembakkan senjata kearahnya.

Di balik keranjang sampah ia bersembunyi, berdoa agar ketiga lelaki bersenjata tersebut tidak menyadari keberadaannya. Setelah terdengar langkah kaki menjauh darinya ia melihat sekitar dan mulai berjalan pelan menuju tujuannya yaitu warung haji ahong, masih dengan keringat dan baju lusuh.

Tak seperti yang ia bayangkan, haji ahong tidak menunjukkan sikap bersahabat dengannya, rupanya sudah tidak ada lagi yang mau berurusan dengan seorang narapidana yang kabur dari tahanan dan sedang menjadi buronan. Lelaki itu keluar dengan kekecewaan yang luar biasa. Haji ahong adalah orang ketujuh yang dikenal dekat dengannya, dari ketujuh orang tersebut tidak ada satupun yang mengerti akan satu-satunya hal yang dia inginkan sebelum dijatuhi hukuman.

Sebenarnya yang diinginkan lelaki itu saat ini hanyalah mendapatkan 60 ribu rupiah, pergi ke toko boneka dan memberikan boneka beruang berpita merah jambu untuk Rere, anak semata wayangnya yang selalu menunggu kepulangan ayahnya yang menjanjikan hadiah. Iya, ayahnya sudah berjanji akan memberikan hadiah terakhir untuk Rere sebelum nyawanya di renggut.  Tiba-tiba suara tembakan menggelegar di ujung jalan setapak menuju kota.



Kamis, 14 Juni 2012

Manusia Sempurna


Tulisan saya kali ini bukan mengenai penyakit mental, bukan tentang skizofrenia, atau hal-hal yang berbau klinis, saya akan sedikit bercerita. 

Saya merasa sangat beruntung. Beruntung memiliki fisik yang sempurna, bersyukur atas kesempurnaan ciptaan Tuhan yang saya nikmati setiap hari. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang manusia paling sempurna di dunia.

Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan anaknya..


tapi, terkadang sebagai anak kita menjadi manusia yang seolah melupakan apa itu 'kasih sayang'


padahal di usia rentanya, tidak banyak yang mereka inginkan...


Dari ketiga video di atas saya harap kita semua bisa menjadi manusia yang penuh kasih sayang seperti orang tua kita. Bisa menjadi manusia yang penuh semangat untuk berjuang melewati setiap episode pada kehidupan seperti semangat yang dimiliki orang tua untuk kebahagiaan anaknya. 

Karena kasih sayang akan selalu mendamaikan...

Minggu, 22 April 2012

Penyesuaian diri dan pertumbuhan personal



            Seperti yang jelas tertera pada judul, kali ini saya akan membahas tentang penyesuaian diri dan pertumbuhan. Sebagian orang mungkin mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan terutama pada lingkungan baru, misalnya dari lingkungan sekolah, dari SMA lalu KULIAH tentu kalian akan merasakan perbedaan-perbedaan yang terjadi, dan biasanya akan terasa tidak nyaman. Untuk itu harus ada penyesuaian diri. Selain itu nanti juga akan dibahas bagaimana agar meningkatkan pertumbuhan personal.

Pertama kita bahas dulu konsep penyesuaian diri. Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamik yang hampir selalu membutuhkan perubahan dan adaptasi, dan dengan demikian semakin tetap dan tidak merubah respons-respons itu, maka semakin sulit juga menangani tuntutan-tuntutan yang berubah. Kenyataan ini menjelaskan pengaruh-pengaruh yang menghancurkan kepribadian seseorang. Orang yang mengalami depresi karena sering kali merasa sulit menyesuaikan diri dengan pola tingkah laku yang di perlukan. 

Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery)
Pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation), padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis.

            Penyesuaian diri yang dilakukan oleh seseorang akan berdampak juga pada pertumbuhan personalnya. Jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sekitarnya apalagi di lingkungan baru, maka pertumbuhan personalnya juga akan mengalami peningkatan. Sekarang, apa itu pertumbuhan personal? Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman. Prof. Gessel mengatakan, bahwa pertumbuhan pribadi manusia adalah proses yang terus-menerus. Semua pertumbuhan terjadi berdasarkan pertumbuhan yang terjadi sebelumnya.
Carl Rogera (1961) menyebutkan 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu hubungan :

  1. keikhlasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri, atau menyadari kenyataan.
  2. menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali, dan  
  3.   keinginan yang terus menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang lain. 

Factor yang mempebgaruhi pertumbuhan personal ;
1.      Faktor biologis
Karakteristik anggota tubuh yang berbeda setiap orang, kepribadian, atau warisan biologis yang sangat kental.
2.      Faktor geografis
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorangdan nantinya akan menentukan baik atau tidaknya pertumbuhan personal seseorang.
3.      Faktor budaya
Tidak di pungkiri kebudayaan juga berpengaruh penting dalam kepribadian seseorang, tetapi bukan berarti setiap orang dengan kebudayaan yang sama memiliki kepribadian yang sama juga.

Selain itu, ada satu hal yang tidak kalah penting berkaitan dengan penyesuaian diri dan pertumbuhan personal adalah komunikasi. Dengan kemampuan komunikasi yang baik maka penyesuaian diri dan pertumbuhan personal seseorang juga akan berjalan baik.

Sumber :
Semium, yustinus.2006.kesehatan mental 1.kanisius:Jakarta
Christensen.j.paula.2009.proses keperawatan.buku kedokteran EGC : Jakarta
http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/




Minggu, 01 April 2012

Masalah yang dihadapi Lansia

            Saya sering mendengar kalimat “masa tua itu masa dimana orang kembali pada masa kanak-kanak” mengapa demikian? Mungkin karena banyak persamaan antara lansia dan balita. Mereka sama-sama membutuhkan perhatian yang lebih atau mungkin malah sering mencari perhatian dan ingin selalu diperhatikan. Mereka juga lebih sensitif, egosentris, dan ingin mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orang-orang disekitarnya.

Sebenarnya hal-hal tersebut timbul karena ada beberapa masalah yang timbul ketika seseorang memasuki masa dewasa akhir atau yang biasa kita sebut lansia. Diantaranya adalah :

1.      Masalah kesehatan fisik



Menurunnya fungsi organ tubuh seperti penglihatan, pendengaran, daya ingat, metabolisme, dan fungsi organ lain akan menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik dari lansia.

2.      Merasa kesepian



Mereka masih merasakan kesepian dan sedih jika anaknya sudah menikah. Merasa kehilangan sosok anak dan merasa ditinggalkan, hal tersebut biasanya menyebabkan lansia akan mencari perhatian kepada anaknya.

3.      Kekhawatiran akan kematian



Mengingat usia yang sudah semakin tua lansia akan semakin cemas akan datangnya kematian. Hal ini akan menyebabkan lansia menjadi sosok yang lebih religuis dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

4.      Pensiun 



Pensiun adalah dimana seseorang dapat mengalokasikan waktu untuk menikmati hidupnya. Tetapi jika seseorang tidak mempersiapkan masa ini dengan baik akan menyebabkan orang tersebut depresi.

            Mengingat masalah-masalah yang dialami lansia seperti diatas bisa dimengerti jika lansia akan menjadi sosok yang selalu ingin dimengerti dan membutuhkan kasih sayang. Jika ada diantara kalian yang sedang atau mungkin akan menghadapi orang tua yang memasuki masa dewasa akhir, sebaiknya berilah mereka perhatian yang lebih dari biasanya.

"Tidak ada yang dapat melebihi kasih sayang orang tua terhadap kita, maka sempatkanlah ucapkan terimakasih dan sayang kita kepada mereka. Sesungguhnya seburuk apapun kamu mereka akan selalu memaafkan. “

Sumber :
papalia, E. Diane. 2009 . human development . Jakarta : salemba humanika
Ibnugroho, Alviko. 2011 . Pensiun : ketika keputusan menjadi keberkahan. Jakarta : integra